Fenomena Mudik
Andaikata pemerataan pembangunan menyentuh pedesaan? Masihkah ribuan warga desa melakukan urbanisasi?
Andaikata desa tak lagi momok bagi penduduknya untuk mencari nafkah? Masihkah Jakarta, Surabaya dan kota-kota besar lainnnya menjadi tumpuan harapan?
Andaikata desa memiliki infrastruktur yang hampir sama dengan kota? Andaikata di Kabupaten-kabupaten dan kota-kota kecil ada merata perguruan tinggi yang menjadi agen pembangunan daerahnya?Akankah desa masih akan kehilangan putra daerah terbaiknya untuk mengejar mimpi kota besar?
Andaikata di kabupaten dan kota-kota kecil mampu menyediakan lahan perekonomian ‘tumpuan mimpi’ desa-desa sekitarnya? Masihkah ada para pengejar mimpi gemerlap kota?
Andaikata rata-rata semua desa mampu menggerakkan roda perekonomiannya? Masihkah jutaan mesin berroda akan rela melakukan ‘konvoi’ ratusan kilometer?
Mudik adalah produk imbas budaya kota yang terlalu menjual mimpi kemakmuran yang juga terlalu menggiurkan sekaligus kadang menyesatkan. Mudik adalah bentuk “dogma positif” tentang ajaran “silaturrahim”. Mudik dalam kacamata para pakar sosial terlalu njelimet buat saya. Sebagian mengatakan itu hanya terjadi di Jawa. Mungkin Indonesia.
Tapi, bagi saya sungguh sangat simpel, mudik adalah produk pembangunan yang timpang, imbas urbanisasi di luar batas kewajaran. Imbas kota besar yang serakah.
Berharap suatu ketika di mana orang tak lagi banyak yang melakukan urbanisasi, di mana orang betah hidup tinggal di desa, karena di sana mereka bisa hidup cukup dan makmur bahkan mungkin lebih dari kota. Dan, mungkin mudik hanya menjadi milik mereka yang karena tugas kehidupan mereka harus keluar daerahnya. Entah itu bekerja, entah itu kuliah, entah itu niaga. Tentunya tak se-massif seperti saat ini.
Berharap suatu ketika di mana otonomi daerah tak lagi menjadikan penguasa daerah menjadi raja-raja kecil tapi sebaliknya, menjadi pelayan yang siap tanggap darurat atas situasi rakyatnya dan berbenah menjadikan kota-nya, kabupaten-nya menjadi daerah yang layak dicintai, ditinggali. Dan bukan untuk disinggahi, dipameri setahun sekali dengan mimpi-mimpi kota besar dan selanjutnya untuk ditinggalkan dan dicampakkan dalam kesepian.
Semoga.
Foto: http://www.kompas.com




1 Comment
[...] Azzura Multimedia, Azzura Multimedia Blog, New Ware [dot] Info, Bakul [dot] Info, Travelling Guide, Zero Mind, Ndaruworo [dot] Net. Di luar itu, ada beberapa situs wajib seperti Situs SMAN 11 Surabaya, Blog [...]